Hai profesor cinta ! :)
Hmm..
Ya! Mungkin kamu bisa kusebut itu.
Alasannya? Mengapa?
Mmmm..
Sebelumnya terimakasih waktu itu. Waktu dimana aku
diabaikan, didiamkan, dan membuatku jadi serba salah untuk melakukan hal
apapun.
Yang kedua kalinya, terimakasih telah menjadikan aku
bahan uji cintamu. Konyol, ya!
Kamu pikir, Cuma kamu yang boleh badmood?
Kamu pikir, Cuma kamu yang boleh marah?
Kamu pikir, Cuma kamu yang boleh cuek?
Lalu, bagaimana denganku ketika sikapmu yang seperti itu
muncul?
Analisa : Kamu menjadikanku bahan uji laboratorium, untuk menguji
bagaimana reaksiku terhadapmu ketika kamu sedang badmood?
Hai! Logiskah analisa itu?
Kamu pikir, aku mencintaimu setengah-setengah?
Kamu pikir, bagaimana ekspresiku ketika kamu
mengabaikanku?
Kamu pikir, bagaimana dengan perasaanku?
Kamu bilang, pikiran orang berbeda-beda. Ya, ini pikiranku
terhadapmu yang memberi alasan kamu seperti itu untuk mengetahui seberapa besar
cintaku padamu.
Mengertilah. Aku tidak suka dijadikan bahan uji seperti
itu. Sungguh!Justru tidak apa-apa kalau
kamu berbuat serius. Aku bisa belajar dari situ.
Jangan memberi alasan yang sulit ku terima. Aku
mencintaimu tidak setengah-setengah. Dan cintaku bukan untuk diujikan.
Percayalah.. aku mengerti kamu. Aku tau bagaimana
sifatmu. Aku juga butuh proses untuk menjadi yang terbaik buatmu. Aku hanya
butuh belajar bagaimana caranya mengerti kamu dan tidak membiarkanmu badmood.
Jangan badmood lagi ya.
I ♥ KAMU; Si A yang
suka badmood~
WITH LOVE,
Norma Annisa Luthfiani
Tidak ada komentar:
Posting Komentar